Senin, 27 Juni 2011

Subhat Sang Keparat



Oleh : Abdurrahman Misno


Ini bukan kemaksiatan
Ini adalah kebaikan
Kau sudah menjadi manusia pilihan
Maka kau tidak akan terkalahkan

Kemaksiatan tidak akan pernah kau lakukan
Kedurhakaan tidak akan kau laksanakan
Dosa akan kau jauhkan
Kesalahan akan kau hindarkan

Subhat sang keparat
Merasuk setiap sekat
Tidak hanya dalam tubuh kasat
Bahkan menembus hingga jiwa berderajat

Kau bisiki jiwa manusia
Kau hembusi ruh mereka
Kau iming-imingi keindahannya
Kau hadirkan kebaikan amalnya

Semua itu adalah subhat
Semua itu sumber sesat
Yang membawa pada laknat
Bahkan siksa tanpa saat

Subhat sang keparat
Membawa nikmat sesaat
Membawa jiwa melarat
Dalam kubangan maksiat

Kau bilang itu kebaikan
Padahal subhat penuh jebakan
Kau bilang itu amalan
Padahal bid'ah yang menghancurkan

Oh pemilik subhat
Kau memang terlaknat
Pembawa jalan sesat
Menuju siksa di akhirat

Wahai jiwa manusia
Berhati-hatilah engkau dengan subhatnya
Subhat yang tampak memesona
Hingga jiwa terlena dengannya

Bogor, 02 Agustus 2008       

Sepasang Merpati



Oleh Abdurrahman Misno

Kepakan sayap seirama
Seiya …….sekata……..
Sepasang Merpati
Terbang Tinggi…. Menggapai mimpi
            Mimpi memadu hati
            Dalam ikatan suci
            Gapai ridha Ilahi
Tetapi ……..
Sepasang merpati tersesat
Dalam keranda maksiat
Berhias berjuta subhat
Di bawah laras laknat
            Wahai sepasang merpati
            Niatmu terlalu suci
            Andai tak dilumuri
            Oleh nafsu duniawi
Silahkan terbang ke mana kau suka
Silahkan mengembara ke mana saja
Namun jaga kesucian diri
Jangan langgar batas Ilahi
            Wahai sepasang merpati
            Jangan lagi terjebak duri
            Jangan lagi membawa hati
            Pada angkara Rabbi


Bogor, 31 Mei 2008         



Sentuhan menuju Siksaan


Oleh : Durrah Ilallah


Tatkala kulit bersentuhan
Tatkala hati bertautan
Tatkala pandangan memabukan
Tatkala insan berdekatan
            Bukan sentuhan yang halal
            Bukan tautan yang kekal
            Bukan pandang menetramkan
            Bukan insan berdekatan
Sentuhan penuh ancaman
Tautan penuh peringatan
Pandangan penuh keingkaran
Kedekatan bukan karena Ar-rahman
            Wahai insan
            Sentuhan
            Tautan
Pandangan
Harus dengan landasan
Landasan Islam dengan peribadahan
Landasan Iman dengan keyakinan
Landasan ikhsan dengan  ketakwaan

Bogor, 03 Juni 2008
           

Sebatang Ilalang



Oleh Abdurrahman  Misno


Sepi menyenedri
Dalam sunyi
Terbawa mimpi
Penuh misteri

Sebatang ilalang
Di sebuah padang
Tertantang
Untuk menang

Apa yang kau pikirkan ?
Apa yang kau harapkan ?
Aku inginkan kedamaian
Aku inginkan kesejukan

Kenapa aku berada di sini ?
Kenapa aku seorang diri ?
Karena ini takdir Ilahi
Karena ini ketentuan Izzati

Jangan pernah menyesal
Hidup penuh aral
Perbanyaklah amal
Tuk hidup kekal

Sebatang ilalang tak lagi berduka
Hakikat hidup tlah didapatnya
Keabadian itulah yang dicarinya
Dunia adalah sarananya

Bogor, 19 Juni 2008    

Sang Usia



Oleh : Abdurrahman Misno

Sang usia
Datang tanpa kata
Pergi tanpa tanya
Kembali tanpa kosa
            Kehadiranmu setiap miliu
            Kedatanganmu setiap waktu
            Namun kau tak pernah ragu
            Langkah pasti satu tuju
Sang usia
Penuh makna
Penuh rasa
Penuh coba
            Kau terus melaju
            Kau terus berlalu
            Tak ada yang keliru
            Tak ada yang terlalu
Kau bukan pilihan
Kau bukan harapan
Kau bukan dambaan
Kau bukan tujuan
            Dirimu hanya perantara
            Wasilah tuju hadiratNya
            Dirimu hanya dicipta
            Tuk gapai ridhaNya
Manusia
Jangan tertipu sang usia
Manfaatkan semaksimalnya
Manakala hayat di dunia.

Bogor, 08 Juni 2008