Kamis, 23 Juni 2011

Betina, Wanita dan Perempuan



Oleh Abdurrahman Misno

Simpanse betina ke luar kota
Seorang wanita ke luar dunia
Sang perempuan ke luar rimba
Jangan salah baca !
            Si betina mencari pencerahan
            Si wanita mencari keadilan
            Sang perempuan mencari keseimbangan
            Apa yang mereka dapatkan ?  
Ia meluncur dengan sedan
Dia berjalan dengan kesadaran
Sang perempuan berangkat dengan sampan
Tanpa teman dalam perjalanan.
            Ada demonstrasi di jalan
            Ada keserakahan di persimpangan
            Ada binatang buas berkeliaran
            Lanjutkan perjalanan !
Lihat bentrok demonstran memakan korban
Lihat keserakahan membawa kerusakan
Lihat binatang buas menerkam buruan
Apa yang harus dilakukan ?
            Jangan biarkan korban berjatuhan
            Jangan biarkan keserakahan didiamkan
            Jangan biarkan buruan ditelan
            Lakukan sebuah perubahan !
Si betina mencari solusi
Si wanita berintuisi 
Sang perempuan bersiap diri
Apa yang akan terjadi ?
            Kelompok demonstran melawan aparat
            Keserakahan berhadapan kelompok demokrat
Binatang buas melawan buruan melarat
Perseteruan semakin meningkat.
Simpanse betina berdiri di tengah
Seorang wanita berada di ranah
Sang perempuan di atas tanah
Arahkan untuk satu arah !
            Kenapa kalian saling bermusuhan ?
            Bukankah kalian bisa jalin persahabatan ?
            Inginkah kalian pada satu ikatan ?
            Siapakah kau ? itulah yang mereka katakan.
Aku simpanse betina
Aku seorang wanita
Aku sang perempuan mulia
Oh… perempuan, oh.... wanita, oh.... betina.
            Betina, kau ayu dengan mahkotamu
            Wanita, kau syahdu dengan kerudungmu
            Perempuan kau mulia dengan malumu
            Apa yang bisa kalian sumbangkan ?
Kami inginkan perdamaian
Kami inginkan keadilan
Kami inginkan persahabatan
Walau berbeda peran, kedudukan dan penciptaan.
            Perdamaian, begitu indah terdengar
            Keadilan, manis beredar
            Persahabatan, bagai kayu bakar
            Begitulah ucapan si pembuat makar
Si betina menunduk
Si wanita merukuk
Sang perempuan merunduk
Bukan tanda takluk !
            Dongakkan kepala !
            Doakan mereka !
            Dobrak segalanya !
            Perempuan, wanita dan betina, apakah kalian siaga ?
Betina pasangan jantan asli 
Wanita pasangan pria sejati
Perempuan pasangan laki-laki
Mereka berdampingan sehidup semati
            Perbedaan embrio perdamaian
            Keadilan asas kebersamaan
            Persahabatan dasar kejayaan
            Buktikan peranmu betina, wanita dan perempuan !
Di tengah perseteruan
Kalian harus berperan
Sesama ciptaan
Atau kalian akan dilupakan ?
            Perbedaan takdir ilahi, Jangan ditentang lagi
            Keserakahan sifat insani, jangan diperdayai
            Permusuhan watak alami, jangan diakali
            Dalam kebinekaan ada saling mengisi
Betina, wanita dan perempuan, bertemu di perbatasan
Perbatasan kota dengan hutan
Perbatasan rimba dengan keadilan
Satukan langkah menuju kedamaian.
            Terima perbedaan
            Hargai sifat-sifat insan
            Puji persahabatan
            Masa akan membuktikan
Betapa kalian berperan
Betapa kalian terdepan
Betapa kalian tak terkalahkan
Maju tak gentar, raih kemuliaan
            Namun jangan lupa dirimu
            Jangan lupa fitrahmu
            Kau ibu pertiwi
            Raih kedamaian hakiki


Bogor, 10 Juni 2008
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar